TamiangNews.com, JAKARTA -- Perusahaan jamu Sido Muncul menggagasi berdirinya kafe jamu di seluruh Indonesia, termasuk di Aceh.
Kafe jamu tersebut dimaksudkan untuk mendorong tumbuhnya ekonomi rakyat dan sekaligus mengembalikan marwah jamu sebagai minuman herbal sehat, dan menyegarkan.
Gagasan itu disampaikan pemilik Sido Muncul, Sofyan Hidayat di sela-sela silaturahmi kunjungan ke Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (6/10/2016).
Sofyan Hidayat menegaskan bahwa Sido Muncul sebagai pemimpin pasar jamu nasional dan menghasilkan produk herbal terpercaya sudah tentu merasa peduli dan harus cepat merespon adanya persepsi negatif terhadap jamu.
"Saat ini jamu banyak dioplos dengan bahan-bahan lain. Masyarakat sebahagian sudah kehilangan kepercayaan terhadap jamu, padahal itu adalah produk budaya leluhur bangsa Indonesia yang harus dipelihara," kata Sofyan Hidayat.
Menurutnya dibutuhkan usaha serius untuk mengembalikan citra jamu sebagai minuman herbal yang keren, menyehatkan dan menyegarkan.
Sofyan juga menegaskan bahwa kafe jamu nantinya juga sebagai salah satu jalan keluar atasi pengangguran di saat Negara kesulitan menghadapi dampak ekonomi dunia.
"Kafe jamu ini membuka lapangan kerja baru yang menjanjikan. Untuk membuat kafe jamu, masyarakat hanya perlu investasi sekitar 750 ribu rupiah dengan omset bisa mencapai minimal Rp 12 juta per bulan dan keuntungan bersih Rp. 6 juta per bulan," ujarnya.
Ketua PBNU Said Aqil Siraj, didampingi Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, merespon niat baik Sofyan Hidayat mengangkat harkat dan martabat penjual jamu seduh yang berada di akar rumput.
Kyai Said Aqil Siraj mendukung pengembangan kafe jamu ini. Niat baik untuk rakyat kecil ini, bagus sekali," ujarnya. [] Serambinews
Kafe jamu tersebut dimaksudkan untuk mendorong tumbuhnya ekonomi rakyat dan sekaligus mengembalikan marwah jamu sebagai minuman herbal sehat, dan menyegarkan.
Gagasan itu disampaikan pemilik Sido Muncul, Sofyan Hidayat di sela-sela silaturahmi kunjungan ke Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (6/10/2016).
Sofyan Hidayat menegaskan bahwa Sido Muncul sebagai pemimpin pasar jamu nasional dan menghasilkan produk herbal terpercaya sudah tentu merasa peduli dan harus cepat merespon adanya persepsi negatif terhadap jamu.
"Saat ini jamu banyak dioplos dengan bahan-bahan lain. Masyarakat sebahagian sudah kehilangan kepercayaan terhadap jamu, padahal itu adalah produk budaya leluhur bangsa Indonesia yang harus dipelihara," kata Sofyan Hidayat.
Menurutnya dibutuhkan usaha serius untuk mengembalikan citra jamu sebagai minuman herbal yang keren, menyehatkan dan menyegarkan.
Sofyan juga menegaskan bahwa kafe jamu nantinya juga sebagai salah satu jalan keluar atasi pengangguran di saat Negara kesulitan menghadapi dampak ekonomi dunia.
"Kafe jamu ini membuka lapangan kerja baru yang menjanjikan. Untuk membuat kafe jamu, masyarakat hanya perlu investasi sekitar 750 ribu rupiah dengan omset bisa mencapai minimal Rp 12 juta per bulan dan keuntungan bersih Rp. 6 juta per bulan," ujarnya.
Ketua PBNU Said Aqil Siraj, didampingi Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, merespon niat baik Sofyan Hidayat mengangkat harkat dan martabat penjual jamu seduh yang berada di akar rumput.
Kyai Said Aqil Siraj mendukung pengembangan kafe jamu ini. Niat baik untuk rakyat kecil ini, bagus sekali," ujarnya. [] Serambinews

