TamiangNews.com, ACEH TAMIANG -- Dewasa ini berbicara tentang peran pemuda dalam politik menjadi sangat hangat diperbincangkan dikalangan masyarakat dari Sabang sampai Marauke, menjelang pesta demokrasi pada 2017 mendatang kalangan pemuda banyak merapatkan diri untuk membuktikan intelektualitas dan semangat perjuangan pemuda untuk kemajuan bangsa.
Sama halnya dengan situasi saat ini di Aceh, pemuda-pemudi telah membakar semangat untuk sebuah gerakan perubahan dalam demokrasi, bahkan sebagian dengan lantang berkomitmen dalam berpolitik santun. Berbicara pandangan tentang politik santun tersebut diselah hiruk pikuk kota dan suasana damai rumah ibadah di Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang wartawan media PolitikAceh.com mencoba diskusi kecil tentang peran pemuda dalam menyongsong Pilkada Aceh damai 2017 mendatang.
Dalam kesempatan tersebut saat dimintai tanggapannya tentang kondisi pemuda di Aceh pada umumnya dan Aceh Tamiang secara Khususnya, Farhan Syamsuddin yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPW Partai Aceh di Aceh Tamiang menjelaskan,
”Memang sudah saatnya pemuda tampil diberbagai tempat, mengisisi peluang-peluang strategis yang masih tersedia, selama kompetisi itu terbuka secara adil”, ujarnya.
Ia menambahkan, Pemuda tentu sudah terbiasa dengan peran peran strategisnya, sebagaimana yang ditampilkan saat ini dan di masa lalu, pemuda tidak henti hentinya mengusung agenda perubahan yang lebih baik untuk masyarakat.
Hanya saja ikhtiar pemuda belum begitu optimal, karena pemuda hanya diposisikan di luar arena kekuasaan, dan belum menjadi pemegang tongkat kepemimpinan yang tentu lebih mudah mengarahkan kekuasaan itu dalam konsep ideal pemuda dalam egenda perubahan bangsa.
Saat ini, generasi muda seringkali tertipu dengan waktu yang mereka miliki, mereka tidak memanfaatkan waktu luang untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat, padahal pemuda adalah penerus bangsa yang dilematis, di satu sisi ia sulit menghadapi kondisi diri mereka sendiri, terbukti banyak pengangguran dan terlibat hal-hal negatif lainnya, sementara tantangan globalisasi dan MEA sangat deras menyerbu bangsa ini.
Globalisasi dan MEA ini pula lah yang memaksa pemuda untuk menunjukkan komitmen dan semangat nasionalismenya disamping tetap berkomitmen pada masa depan dan cita-cita bangsa dan negara. dan pula krisis akhlak dan nilai diri yang terus menggerus generasi muda,
“Mau dibawa kemana Aceh dan Tamiang ini, jika pemudanya seperti ini”? Tandasnya dengan semangat.
Ia menutup dialog kecil dengan ungkapan anjuran ” Mari rekan, Kawan, Saudara serta Sahabat yang hari ini kita dukung para calon pemimpin yang mau mendengarkan suara serta menempatkan pemuda dalam poros depan perubahan bangsa dan saya saat ini selaku salah satu pemuda menaruh harapan pada pasangan Ir Rusman dan H M Ichsan sebagai calon bupati dan wakil bupati Aceh Tamiang, Mualem- TA Khalid sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2017 mendatang“. [] Politikaceh
Sama halnya dengan situasi saat ini di Aceh, pemuda-pemudi telah membakar semangat untuk sebuah gerakan perubahan dalam demokrasi, bahkan sebagian dengan lantang berkomitmen dalam berpolitik santun. Berbicara pandangan tentang politik santun tersebut diselah hiruk pikuk kota dan suasana damai rumah ibadah di Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang wartawan media PolitikAceh.com mencoba diskusi kecil tentang peran pemuda dalam menyongsong Pilkada Aceh damai 2017 mendatang.
Dalam kesempatan tersebut saat dimintai tanggapannya tentang kondisi pemuda di Aceh pada umumnya dan Aceh Tamiang secara Khususnya, Farhan Syamsuddin yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPW Partai Aceh di Aceh Tamiang menjelaskan,
”Memang sudah saatnya pemuda tampil diberbagai tempat, mengisisi peluang-peluang strategis yang masih tersedia, selama kompetisi itu terbuka secara adil”, ujarnya.
Ia menambahkan, Pemuda tentu sudah terbiasa dengan peran peran strategisnya, sebagaimana yang ditampilkan saat ini dan di masa lalu, pemuda tidak henti hentinya mengusung agenda perubahan yang lebih baik untuk masyarakat.
Hanya saja ikhtiar pemuda belum begitu optimal, karena pemuda hanya diposisikan di luar arena kekuasaan, dan belum menjadi pemegang tongkat kepemimpinan yang tentu lebih mudah mengarahkan kekuasaan itu dalam konsep ideal pemuda dalam egenda perubahan bangsa.
Saat ini, generasi muda seringkali tertipu dengan waktu yang mereka miliki, mereka tidak memanfaatkan waktu luang untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat, padahal pemuda adalah penerus bangsa yang dilematis, di satu sisi ia sulit menghadapi kondisi diri mereka sendiri, terbukti banyak pengangguran dan terlibat hal-hal negatif lainnya, sementara tantangan globalisasi dan MEA sangat deras menyerbu bangsa ini.
Globalisasi dan MEA ini pula lah yang memaksa pemuda untuk menunjukkan komitmen dan semangat nasionalismenya disamping tetap berkomitmen pada masa depan dan cita-cita bangsa dan negara. dan pula krisis akhlak dan nilai diri yang terus menggerus generasi muda,
“Mau dibawa kemana Aceh dan Tamiang ini, jika pemudanya seperti ini”? Tandasnya dengan semangat.
Ia menutup dialog kecil dengan ungkapan anjuran ” Mari rekan, Kawan, Saudara serta Sahabat yang hari ini kita dukung para calon pemimpin yang mau mendengarkan suara serta menempatkan pemuda dalam poros depan perubahan bangsa dan saya saat ini selaku salah satu pemuda menaruh harapan pada pasangan Ir Rusman dan H M Ichsan sebagai calon bupati dan wakil bupati Aceh Tamiang, Mualem- TA Khalid sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2017 mendatang“. [] Politikaceh

