Notification

×

Iklan

Iklan

Ini Puisi Fadli Zon Rayakan Dua Tahun Jokowi-Kalla

Minggu, 23 Oktober 2016 | Oktober 23, 2016 WIB | 0 Views Last Updated 2017-10-29T09:20:34Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
TamiangNews.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon membuat sebuah puisi untuk menandai dua tahun periode pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Puisi itu diberi judul Dua Tahun Berjalan Sudah.

“Saya buat spontan saja di HP, sebagai catatan dua tahun pemerintahan,” ujar Fadli, kepada Tempo, Sabtu, 22 Oktober 2016. Peringatan dua tahun pemerintah Jokowi-JK berlangsung pada 20 Oktober 2016.

Fadli mengatakan dia memilih menumpahkan catatan itu dalam bentuk puisi karena dirasakan lebih efisien. “Pendek tak bertele-tele.” Selain itu, puisi ini juga diharapkan Fadli dapat menjadi alarm pengingat bagi pemerintah. “Ini untuk ingatan juga bagi pemerintah yang mungkin merasa sudah puas,” katanya.

Fadli berujar, selain puisi, dia membuat catatan evaluasi pemerintah Jokowi-Kalla dalam bentuk semacam makalah hampir sembilan halaman. Secara khusus, Fadli juga menyoroti kinerja pemerintahan saat ini yang masih memiliki banyak kekurangan. “Ya, itu yang dirasakan masyarakat kebanyakan yang saya temui, saya pun merasa demikian.”

Berikut ini adalah isi lengkap puisi Fadli untuk memperingati dua tahun pemerintah Jokowi-Kalla.

DUA TAHUN BERJALAN SUDAH

Dua tahun berjalan sudah
Hidup semakin susah
Harga-harga melambung tinggi
Lumpuh sudah daya beli
Rakyat diwarisi gunungan utang luar negeri

Dua tahun berjalan sudah
Cari kerja semakin payah
Pengangguran di mana-mana
Buruh Cina merajalela

Buruh kita tetap merana
Petani rugi panen nestapa
Nelayan tak bisa jual tangkapannya
Pedagang kali lima dikejar aparat pamong praja

Dua tahun berjalan sudah
Kemiskinan semakin parah
Yang kaya tambah perkasa
Yang melarat jatuh sekarat
Tangan-tangan besi tirani
Menggusur penduduk asli

Dua tahun berjalan sudah
Hukum menjelma alat kuasa
Mengabdi tunduk pada Istana
Pisaunya berdarah membelah ke bawah
Ketidakadilan menjadi fenomena

Dua tahun berjalan sudah
Indonesia semakin lemah
Impor pangan terus melimpah
Mulai beras, gula, jagung, daging, garam, hingga limbah
Sementara
Partai politik dibelah
Di ujung timur diambang pecah
Kemunafikan terus mewabah

Dua tahun berjalan sudah
Pencitraan yang kau buat memang hebat
Luar biasa dahsyat
Tapi lihat
Negeri tetangga melaju pesat
Kita serasa jalan di tempat

Jakarta, 21 Oktober 2016

Sumber : Tempo
×
Berita Terbaru Update