Notification

×

Iklan

Iklan

Politik Menyajikan Tontonan Aneh

Selasa, 04 Oktober 2016 | Oktober 04, 2016 WIB | 0 Views Last Updated 2017-10-29T09:20:27Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi

KITA punya puluhan partai politik di Indonesia ini. Mereka berlomba menyampaikan perbedaan mereka satu sama yang lainnya. Karena kalau mereka adalah sama maka tak perlu lagi memiliki banyak partai. Lalu mereka minta dipilih agar bisa masuk menjadi anggota dewan lewat partai yang terpisah dan saling berbeda tadi. Tujuannya adalah untuk mencari kesepakatan.

Para pengamat mulai agak gelisah ketika kesepakatan antar-mereka alot sekali untuk dibuat. Mereka lupa bahwa mereka para politisi terpilih memang masuk dari pintu yang berbeda dengan ideologi yang berbeda plus kepentingan yang berbeda.

Musyawarah mufakat semakin sulit untuk dilakukan. Voting adu kekuatanlah yang kerap dilaksanakan. Saat ini, musyawarah mufakat menjadi barang langka dan mahal. Kalaupun ada maka ditengarai karena ada uang di sana yang menjadi pengikat menggantikan nasionalisme.

Politik kemudian menyajikan tontonan yang aneh. Para pembuat hukum, legislatif, dihukum sudah sering mewarnai televisi. Para politisi diadili dan dipenjara juga biasa menghiasi berita koran. Karena sudah menjadi biasa maka kabar mereka tak lagi menjadi hotline and headline news. Dicarilah berita model baru. Tibalah berita yang berkaitan dengan agama dengan berbagai issunya.

Bingung mendengar dan melihat berita? Tirulah Syekh Juha yang setiap tengah hari tertawa terkekeh-kekeh sendirian di tepi sumur. Sesekali ia melihat ke dalam sumur yang airnya dalam sekali namun jernih. Lalu tertawa.

Orang-orang pada bertanya mengapa dia tertawa. Dia menjawab: "Lihatlah menara terbalik ini, kok bisa orang membuat menara namun kebawah bukan ke atas." lalu dia terkekeh-kekeh kembali. Lihatlah dunia dengan cara terbalik. Anda akan menikmati kelucuannya. Bahkan Andapun menjadi lucu. [] Inilah.com
×
Berita Terbaru Update