TamiangNews.com, JAKARTA - Twitter Inc kembali mengecewakan para investor dengan kinerja keuangan kuartal pertama di 2016. Pada periode tersebut, pertumbuhan pendapatan perusahaan jejaring sosial ini tidak memuaskan pelaku pasar.
Saham Twitter jatuh 13,6 persen menjadi USD15,34 pada akhir perdagangan usai melaporkan kinerja keuangan yang mengecewakan tersebut. Pendapatan Twitter tidak naik tajam akibat iklan yang masuk tidak sebanyak yang diharapkan.
Twitter mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 36 persen menjadi USD594,5 juta pada kuartal I-2016 dibandingkan periode sebelumnya USD435,9 juta.
Sebelumnya, analis memperkirakan perusahaan ini bisa mencapai pendapatan sebesar USD608 juta.
Padahal, users aktif Twitter tumbuh menjadi 310 juta dibandingkan kuartal sebelumnya di 305 juta, hal ini di atas ekspektasi analis. Tapi ternyata, hal ini tidak berdampak banyak ke pendapatannya,
"Sudah jelas Twitter mengalami kesulitan. (Pendapatan Twitter) tidak tumbuh seperti yang diharapkan," kata analis CRT Capital, Arvind Bhatia, seperti dikutip dari Reuters, Jakarta, Rabu (27/4/2016).
Pengiklan, terutama yang berada di Eropa, menahan pengeluaran menjelang momentum besar Olimpiade dan Liga Champions Eropa. Selain itu, pengguna juga menghabiskan lebih banyak waktu menonton dan berbagi video.
Chief Financial Officer Anthony Noto menyatakan, target jangka panjang Twitter adalah untuk memiliki jutaan pengiklan dan menyaingi kompetitornya saat ini, Facebook Inc yang memiliki lebih dari 3 juta pengiklan. [] Okezone
Saham Twitter jatuh 13,6 persen menjadi USD15,34 pada akhir perdagangan usai melaporkan kinerja keuangan yang mengecewakan tersebut. Pendapatan Twitter tidak naik tajam akibat iklan yang masuk tidak sebanyak yang diharapkan.
Twitter mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 36 persen menjadi USD594,5 juta pada kuartal I-2016 dibandingkan periode sebelumnya USD435,9 juta.
Sebelumnya, analis memperkirakan perusahaan ini bisa mencapai pendapatan sebesar USD608 juta.
Padahal, users aktif Twitter tumbuh menjadi 310 juta dibandingkan kuartal sebelumnya di 305 juta, hal ini di atas ekspektasi analis. Tapi ternyata, hal ini tidak berdampak banyak ke pendapatannya,
"Sudah jelas Twitter mengalami kesulitan. (Pendapatan Twitter) tidak tumbuh seperti yang diharapkan," kata analis CRT Capital, Arvind Bhatia, seperti dikutip dari Reuters, Jakarta, Rabu (27/4/2016).
Pengiklan, terutama yang berada di Eropa, menahan pengeluaran menjelang momentum besar Olimpiade dan Liga Champions Eropa. Selain itu, pengguna juga menghabiskan lebih banyak waktu menonton dan berbagi video.
Chief Financial Officer Anthony Noto menyatakan, target jangka panjang Twitter adalah untuk memiliki jutaan pengiklan dan menyaingi kompetitornya saat ini, Facebook Inc yang memiliki lebih dari 3 juta pengiklan. [] Okezone

