"Untuk perekonomian masyarakat yang mandiri, saat ini kami fokus terhadap lahan pertanian yang selama ini terbengkalai untuk digarap kembali menjadi lahan pertanian yang produktif untuk pertanian warga" jelas Jhoni sembari mengatakan program jangka panjang ini untuk mendongkar ekonomi kerakyatan yang mandiri serta peningkatan investatsi ekonomi desa melalui pengadaan, pengembangan atau bantuan alat-alat produksi, permodalan untuk warga.
Jhoni menambahkan luas lahan pertanian yang akan di danai oleh dana desa senilai Rp. 381.070.000,-yaitu seluas 60 hektare yang terbagi 40 hektare untuk lahan sawit dan 20 hektare untuk lahan karet disertai pengadaan bibit sawit sebanyak 3200 batang dan bibit karet 2000 batang." Luas lahan pertanian baru tersebut akan dibagikan untuk 60 Kepala Keluarga" ungkapnya.
Ditambahkan oleh Datok Penghulu Jhoni ADD merupakan langkah yang strategis untuk membangun gampong secara undang undang desa untuk meningkatkan taraf kehidupan baik infrastruktur maupun ekonomi masyarakat.
Jhoni merincikan program yang terealisasi pada tahun 2017 Program Pembangunan senilai Rp. 589.923.542- masing masing Pembangunan Gudang Kampung, pemasangan lampu jalan, pembangunan jembatan kampung, rehab getek, pembangunan rabat beton, rehab jaringan pipa air dan peremajaan lahan pertanian serta pengadaan bibit sawit dan karet.
"Dana desa tersebut dikemas dalam Bidang Pemerintahan Kampung sebesar Rp 160.003.756, Bidang Pembangunan Kampung sebesar Rp 589.923.542,- Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp. 40.490.000 dan Bidang Pembinaan Kemasyarakatan sebesar Rp 32.358.481,-" jelas Jhoni mengakhiri. [] TN-Wawan, foto : ilustrasi

