TamiangNews.com | BANDA ACEH --
Kelangkaan Hand Sanizer akibat merebaknya wabah Virus Corona (Covid-19)
ternyata sangat berdampak bagi seluruh wilayah Indonesia, hal itu dialami juga
oleh masyarakat di Provinsi Aceh.
![]() |
| Alfaraby Direktur Eksekutif Kampus Aceh sedang menyerahkan bahan baku untuk memproduksi Hand Sanitizer, yaitu Alkohol 95% kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) |
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif
Kampus Aceh yang juga berstatus sebagai Mahasiswa Program Studi Biologi
Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, mengatakan bahwa pihaknya siap untuk
mendukung Pemerintah dalam hal pembagian bahan baku untuk memproduksi Hand
Sanitizer, yaitu Alkohol 95%.
Sebanyak 15 botol alkohol 95% yang
dibeli menggunakan anggaran Dana Media Kampus Aceh, telah disumbangkan kepada
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi Aceh yang kini juga sedang berusaha untuk
memproduksi Hand Sanitizer agar bisa bermanfaat bagi masyarakat di tengah
merebaknya pandemi Covid-19.
"Alhamdulillah hal ini disambut
baik, anggaran iklan Media Kampus Aceh kita alihkan untuk pembelian alkohol 95%
dan kita titipkan kepada ACT Provinsi Aceh agar tetap semangat untuk
memproduksi Hand Sanitizer yang akan berguna bagi masyarakat.
Saya dan teman-teman Insya Allah akan
terus menyumbangkan baik itu bahan baku Hand Sanitizer maupun masker nantinya.
Kami berharap dukungan dari semua pihak, terutama Pemerintah", ujarnya,
Selasa (24/03).
Selain akan mendukung Pemerintah dalam
hal mencegah penyebaran Covid-19, Alfaraby juga berniat akan menggalang bantuan
masker sambil menunggu bantuan dari Pemerintah.
"Kita berharap juga dari semua
pihak agar bahu membahu dalam membantu sesama. Saat ini bukan bicara bisnis,
tapi bicara kemanusiaan. Saya berharap yang mempunyai stok bantuan, misalnya
masker, agar menjual dengan harga yang wajar, karena ini demi kemanusiaan.
Kita akan terus mencari bantuan
sukarela, seperti masker, sarung tangan atau bahan baku Hand Sanitizer untuk
masyarakat, selagi kita menunggu bantuan dari Pemerintah", tutupnya.[]TN-WRy


