Notification

×

Iklan

Iklan

Jangan Jadikan Anak Seperti Benalu!

Jumat, 12 Juni 2020 | Juni 12, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-06-12T04:27:53Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
Dalam pandangan Islam, anak juga dipandang sebagai amanah dari Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai amanah sudah tentunya anak mempunyai hak untuk mendapat pemeliharaan, perawatan, bimbingan dan pendidikan dari orang tuanya. 

Foto : Ilustrasi
Sedangkan dalam kajian psikologi, anak bukanlah manusia dewasa dalam bentuk kecil. Dia adalah pribadi otonom yang sedang berproses menemukan jati dirinya. tugas orang dewasa adalah membantu anak tumbuh kembang dan memberinya pencerahan agar dia menemukan jati dirinya. Bukan untuk menjajah, menindas dan mengalahinya sehingga anak harus persis melakukan seperti apa yang dikehendaki oleh orang dewasa.

Mempunyai anak adalah keinginan dan harapan setiap pasangan yang sudah menikah, mereka adalah hasil cinta kasih kedua orang tuanya. Namun,  tidak semua keinginan dan harapan setiap pasangan untuk memiliki anak itu terwujudkan. 

Bagi Pasangan yang belum terwujudkan akan keinginan dan harapan tersebut janganlah bersedih dan menyalahkan diri, teruslah berusaha karena tidak ada yang tidak mungkin “Man jadda wa jada”. Lalu bagi pasangan yang sudah terwujudkan keinginan dan harapan tersebut janganlah sesekali untuk menyiakannya apalagi untuk membuangnya. 

Setiap anak memiliki karakteristik dan khas yang tidak sama dengan orang dewasa. Mereka sangatlah aktif dan selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat, di dengar dan dirasakan. Maka tidak heran jika banyak dari anak-anak apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan selalu bertanya, ini apa, itu apa?. 

Sebagai orang dewasa jika ada anak-anak sekitarnya, kapanpun dan dimanapun itu perlihatkanlah hal yang patut untuk ditiru. Jangan sesekali membisik hal tidak wajar untuk didengarnya dan menunjukkan perilaku yang tidak patut dilhatnya. 

Anak-anak terlalu cepat merekam apa yang dikatakan bahkan bisa saja sampai dewasapun masih tersimpan, memori tersebut tergantung dari didikan yang dilaluinya. Sebagai orangtua harus menjaga dan merawat anak sebaik mungkin dan harus memberinya kasih sayang sebagaimana Allah SWT mengasihi umat-Nya. 

Kasih sayang yang harus diberikan orangtua kepada anak adalah kasih sayang yang sebenarnya. Sebagian dari orangtua salah mengartikan kasih sayang yang sebenarnya itu seperti apa, bagi mereka kasih sayang adalah memberi segalanya apa yang dimintai oleh anak. Bahkan ada dari mereka membenarkan anaknya sekuat tenaga jika anaknya melakukan kesalahan. Jika ini terjadi, tidak heran jika ada anak yang tidak bisa diatur. 

Sebagai orangtua janganlah salah mengartikan konsep “KASIH SAYANG” memberi anak kasih sayang bukanlah dalam katagori memanjakan diri pada kedua orang tuanya. Sehingga anak-anak menjadi benalu (tumbuhan yang menumpang pada tanaman yang lain dan mengisap makanan dari tanaman yang ditumpanginya). Dalam artian anak tidak akan mandiri dan akan bergantung pada orang lain. 

Dalam agama Islam, anak sangatlah diperhatikan yaitu memperhatikan masalah pertumbuhan anak dengan anjuran agar anak-anak dilatih untuk mandiri dan berpenghasilan sejak usia remaja disamping berhemat agar pertumbuhan ekonomi keluarga dapat berjalan dengan lancar. 

Firman Allah SWT di awal (QS. An-nisa (4):6) “Mengisyaratkan  bahwa kita wajib mendidik dan membiasakan anak-anak untuk cakap mengurus, mengelola dan mengembangkan harta, sehingga mereka dapat hidup mandiri yang nantinya akan menjadi ayah bagi laki-laki dan bagi perempuan akan manjadi ibu, di samping anak terlatih untuk bekerja akan meringankan beban dan membantu orang tuanya dalam berpenghasilan”.

Pengirim :
Ridha Sabrina
Mahasiswi Prodi Hukum Keluarga
Fakultas Syariah dan Hukum
Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh

×
Berita Terbaru Update