Memasuki bulan juni belum ada tanda-tanda covid-19 di Indonesia akan segera berakhir, malah tambah semakin parah. Rata-rata pasien positif baru bisa mencapai 900-an lebih akhir-akhir ini dan sudah mencatat rekor baru pada hari selasa 9 Juni 2020 yaitu sebanyak 1.043 pasien baru.
Ini mengidikasikan bahwa semakin ganasnya covid di indonesia. Apakah ini karena kebijakan-kebijakan pelonggaran dibeberapa daerah? Bisa saja terjadi mengingat 200-an kasus terjadi di DKI Jakarta dan juga Jawa timur diperingkat ke dua.
Beberapa hari terakhir semenjak hari raya idul fitri masyarakat indonesia bebas berkeliaran kemana-mana untuk berbelanja baju, bahkan dalam beberapa mall di beberapa kota terjadi pembeludakan pengunjung dan tidak menghiraukan aturan new Normal.
Bukan saja itu bandara soekarno hattapun juga penuh sesak sejak ada kabar bahwa transportasi umum sudah mulai diberjalankan. Semestinya memang jika sudah siap alangkah baiknya juga siap dalam melakukan protokol kesehatan untuk new normal baru membuka secara bertahap fasilitas-fasilitas publik.
Ada hal lagi, yaitu sebaiknya pemerintah membuat sebuah tim yang jelas dalam mengatur aturan terkait covid-19 ini mengingat bahwa semakin banyak yang positif covid dan juga penambhan korban pasien yang meinggal.
Selama ini saya sebagai masyarakat awam bingung dengan kebijakan pemerintah yang terksan plin-plan. Anjuran terus diberikan namun belum ada pengamanan atau tim pengwas di lapangan (fasilitas umum) yang rawan akan keramaian.
Namun saya setuju dengan keadaan new normal ini mengingat bahwa ekonomi kita harus tetap berjalan agar pekerja-pekerja serabutan dan pekerja-pekera yang menjadi korban PHK bisa kembali mencari rezeki. Namun tentunya dengan aturan-aturan protokol covid yang jelas agar ekonomi bisa berjalan bebarengan dengan wabah yang bisa dikendalikan.
Pengirim :
Imam Safii
Mahasiswa Nniversitas Jember
Ini mengidikasikan bahwa semakin ganasnya covid di indonesia. Apakah ini karena kebijakan-kebijakan pelonggaran dibeberapa daerah? Bisa saja terjadi mengingat 200-an kasus terjadi di DKI Jakarta dan juga Jawa timur diperingkat ke dua.
Beberapa hari terakhir semenjak hari raya idul fitri masyarakat indonesia bebas berkeliaran kemana-mana untuk berbelanja baju, bahkan dalam beberapa mall di beberapa kota terjadi pembeludakan pengunjung dan tidak menghiraukan aturan new Normal.
Bukan saja itu bandara soekarno hattapun juga penuh sesak sejak ada kabar bahwa transportasi umum sudah mulai diberjalankan. Semestinya memang jika sudah siap alangkah baiknya juga siap dalam melakukan protokol kesehatan untuk new normal baru membuka secara bertahap fasilitas-fasilitas publik.
Ada hal lagi, yaitu sebaiknya pemerintah membuat sebuah tim yang jelas dalam mengatur aturan terkait covid-19 ini mengingat bahwa semakin banyak yang positif covid dan juga penambhan korban pasien yang meinggal.
Selama ini saya sebagai masyarakat awam bingung dengan kebijakan pemerintah yang terksan plin-plan. Anjuran terus diberikan namun belum ada pengamanan atau tim pengwas di lapangan (fasilitas umum) yang rawan akan keramaian.
Namun saya setuju dengan keadaan new normal ini mengingat bahwa ekonomi kita harus tetap berjalan agar pekerja-pekerja serabutan dan pekerja-pekera yang menjadi korban PHK bisa kembali mencari rezeki. Namun tentunya dengan aturan-aturan protokol covid yang jelas agar ekonomi bisa berjalan bebarengan dengan wabah yang bisa dikendalikan.
Pengirim :
Imam Safii
Mahasiswa Nniversitas Jember


