![]() |
| Gambar sumber: BNPB |
Tamiang-News.com, Aceh Tengah- Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lintas kementerian dan lembaga, berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, terus mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak banjir.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 4.221 rumah terdampak bencana, dengan rincian 1.958 unit rusak berat, 500 unit rusak sedang, dan 1.763 unit rusak ringan.
Untuk menjamin keselamatan dan kelangsungan hidup warga, pemerintah memprioritaskan penyediaan hunian layak bagi kelompok terdampak berat sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.
Menindaklanjuti permintaan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, sebanyak 1.958 unit huntara direncanakan dan sedang dibangun secara bertahap dalam dua fase. Tahap pertama mencakup 781 unit, disusul tahap kedua sebanyak 1.021 unit.
Pembangunan huntara tersebut tersebar di sembilan titik lokasi, disesuaikan dengan sebaran wilayah dan kebutuhan warga terdampak.
Di Kecamatan Ketol, pembangunan huntara meliputi 252 unit, yang tersebar di Desa Serempah sebanyak 128 unit, Desa Bintang Pepara 89 unit, dan Desa Burlah 35 unit. Sementara itu, Kecamatan Linge menjadi lokasi pembangunan terbesar, mencakup Desa Delung Sekinel 101 unit, Desa Jamat 72 unit, Desa Reje Payung 91 unit, Desa Penarun 71 unit, Desa Umang 97 unit, serta Desa Kute Reje 97 unit.
Pembangunan hunian sementara ini tidak hanya dimaknai sebagai proyek infrastruktur, tetapi juga sebagai simbol nyata kehadiran negara dalam menjamin perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak bencana. Hingga saat ini, progres pembangunan terus berjalan di lapangan, dengan sejumlah unit huntara yang telah berdiri dan mulai siap dihuni.
Pemerintah berharap, keberadaan huntara dapat menjadi solusi sementara yang aman dan layak, sekaligus menjadi jembatan pemulihan menuju hunian tetap.
Dukungan publik, pengawasan bersama, serta kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga masyarakat Aceh Tengah dapat segera kembali menjalani kehidupan yang aman, normal, dan bermartabat pascabencana.[] Sumber: BNPB


