![]() |
| Syurya Luthfi, S.STP,: Dampak banjir juga menyebabkan tiga unit mobil armrol pengangkut kontainer sampah masih mangkrak |
Tamiang-News.com | ACEH TAMIANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Tamiang saat ini menghadapi krisis sarana pengelolaan sampah pascabanjir yang melanda daerah tersebut pada November 2025 lalu. Akibat bencana tersebut, sebagian besar kontainer sampah dan armada pengangkut mengalami kerusakan sehingga mengganggu pelayanan kebersihan di wilayah kabupaten.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang, Syurya Luthfi, S.STP, mengatakan dari total 24 unit bak kontainer sampah yang sebelumnya beroperasi di 12 kecamatan, kini hanya tiga unit yang masih dalam kondisi baik dan layak digunakan.
“Akibat bencana banjir yang terjadi pada November 2025 lalu, dari 24 kontainer yang biasa beroperasi di 12 kecamatan, kini hanya tiga kontainer yang masih layak pakai, sedangkan 21 lainnya rusak berat,” ujar Syurya, Selasa (2/6/2026).
Selain kontainer sampah, kerusakan juga terjadi pada armada pengangkut. Dari empat unit mobil armrol yang dimiliki DLH Aceh Tamiang untuk mengangkut kontainer sampah, hanya satu unit yang masih dapat dioperasikan meskipun dalam kondisi terbatas. Sementara tiga unit lainnya hingga kini belum dapat digunakan.
“Dampak banjir juga menyebabkan tiga unit mobil armrol pengangkut kontainer sampah masih mangkrak,” katanya.
Keterbatasan sarana tersebut berdampak langsung terhadap pelayanan kebersihan di lapangan. Petugas kebersihan mengaku kesulitan mengangkut sampah dari berbagai titik penampungan, sehingga di sejumlah lokasi masih ditemukan tumpukan sampah yang belum tertangani secara optimal.
Menurut Syurya, minimnya sarana operasional menjadi tantangan besar bagi pihaknya dalam menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan pelayanan persampahan kepada masyarakat.
Untuk mengatasi persoalan itu, DLH Aceh Tamiang berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, baik kalangan pengusaha, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun perusahaan swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Ia menilai bantuan berupa bak kontainer sampah maupun armada pendukung sangat dibutuhkan guna memperkuat sistem pengelolaan sampah di Aceh Tamiang.
“Keberadaan bak kontainer sangat penting untuk mewujudkan kebersihan di Kabupaten Aceh Tamiang. Jika tidak tersedia, masyarakat berpotensi membuang sampah sembarangan yang pada akhirnya dapat menimbulkan masalah lingkungan,” pungkasnya.
Dengan kondisi yang ada saat ini, DLH Aceh Tamiang berharap dukungan berbagai pihak dapat segera terealisasi agar pelayanan persampahan kembali optimal dan upaya menjaga kebersihan lingkungan di seluruh wilayah kabupaten dapat berjalan maksimal.[] TNW_001


