Notification

×

Iklan

Iklan

Kak Na: Abu Doto Sosok Senior dan Teladan bagi Generasi Aceh

Selasa, 16 Juni 2026 | Juni 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-16T06:31:32Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik

 


Tamiang-News.com, |ACEH BESAR– Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir atau yang akrab disapa Kak Na, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, dr. Zaini Abdullah atau Abu Doto. Menurutnya, almarhum merupakan sosok senior yang telah mendedikasikan hidupnya untuk perjuangan dan pembangunan Aceh serta menjadi teladan bagi masyarakat Aceh.


Pernyataan tersebut disampaikan Kak Na saat bertakziah ke rumah duka almarhum di Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (16/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Staf Ahli TP PKK Aceh, Mukarramah Fadhlullah.


“Duka mendalam kami sampaikan atas berpulangnya orang tua kita, tokoh perjuangan Aceh Bapak Zaini Abdullah. Beliau adalah seorang senior, seorang bapak bagi kita semua yang telah banyak berjuang untuk Aceh dan menjadi teladan, baik di masa konflik, saat merajut perdamaian, hingga ketika menjabat sebagai Gubernur Aceh pada periode 2012–2017,” ujar Kak Na.


Ia menilai kepergian Abu Doto menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Sosok almarhum, kata dia, dikenal sebagai pribadi yang mengabdikan hidupnya untuk kepentingan masyarakat, baik sebagai tenaga medis, pejuang, maupun pemimpin daerah.


“Berpulangnya almarhum tentu menjadi kehilangan bagi kita semua. Kami berharap Umi Niazah A. Hamid senantiasa diberikan ketabahan. Abu Doto adalah orang yang sangat baik dan selalu mendedikasikan hidupnya untuk orang banyak, untuk Aceh tercinta. Insya Allah beliau husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” katanya.


Sebagaimana diketahui, dr. Zaini Abdullah meninggal dunia pada Sabtu, 13 Juni 2026, pukul 12.24 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, dalam usia 86 tahun.


Lahir pada 24 April 1940, Zaini Abdullah dikenal sebagai salah satu tokoh senior Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Saat berada di pengasingan, ia pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan GAM di Swedia. Setelah perdamaian Aceh terwujud, ia terpilih sebagai Gubernur Aceh periode 2012–2017 berpasangan dengan Muzakir Manaf sebagai Wakil Gubernur Aceh.


Almarhum telah dimakamkan di kampung halamannya, tepatnya di Kompleks Sekolah Yayasan Tgk Chik Hanafiah, Gampong Rapana, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie.


Kepergian Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh, sekaligus mewariskan jejak pengabdian yang akan terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan dan pembangunan Aceh.[]TN_W001

×
Berita Terbaru Update