Notification

×

Iklan

Iklan

Pasokan Air Diperkuat, Pemkab Aceh Tamiang Targetkan Sawah Pascabanjir Kembali Produktif

Kamis, 18 Juni 2026 | Juni 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-18T07:07:46Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik

 


Tamiang-News.com, |Aceh Tamiang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang bersama Satuan Tugas Penanganan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (Satgas PRR) terus mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menyalurkan Bantuan Irigasi Pompa (Irpom) di 70 titik guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian yang telah direhabilitasi.


Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengembalikan produktivitas sektor pertanian yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.


Bupati Aceh Tamiang menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu prioritas utama dalam proses rehabilitasi pascabanjir. Menurutnya, keberhasilan pemulihan lahan pertanian akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani dan stabilitas pangan daerah.


Melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) Aceh Tamiang, Irwan Hadi, Bupati menyampaikan bahwa program bantuan irigasi pompa merupakan bagian dari strategi pemulihan yang dilakukan secara menyeluruh.


"Kami tidak hanya fokus membersihkan lahan pascabanjir, tetapi juga memastikan sarana pendukung seperti irigasi pompa tersedia agar petani dapat kembali berproduksi dengan baik," ujar Irwan, Selasa (16/6/2026).


Ia menjelaskan, proses rehabilitasi lahan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan yang ditimbulkan banjir. Untuk kategori lahan rusak sedang, penanganan dilaksanakan oleh Kodim 0117/Aceh Tamiang dengan target rehabilitasi seluas 712 hektare. Hingga 14 Juni 2026, progres pembersihan lahan telah mencapai 428,28 hektare atau sekitar 60,15 persen dari target yang ditetapkan.


Sementara itu, lahan dengan kategori rusak ringan ditangani melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) dengan target seluas 1.961 hektare. Program tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh kelompok tani di berbagai wilayah terdampak.


Menurut Irwan, program pemulihan pertanian ini telah berjalan selama enam bulan. Sejumlah lahan yang sebelumnya terdampak banjir kini telah kembali produktif dan ditanami padi, termasuk di Kecamatan Manyak Payed.


Melalui sinergi antara Pemkab Aceh Tamiang, Satgas PRR, TNI, serta masyarakat, pemerintah daerah optimistis proses pemulihan lahan pertanian dapat berjalan maksimal. Selain mendukung ketahanan pangan daerah, langkah ini juga diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.


"Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, kami berharap petani dapat kembali mengelola lahannya secara optimal sehingga produktivitas pertanian di Aceh Tamiang terus meningkat," tutup Irwan.[]TN_W001

×
Berita Terbaru Update