Notification

×

Iklan

Iklan

Tanam Perdana Pascabencana, Aceh Tamiang Terapkan Teknologi Pertanian Modern PM-AAS

Jumat, 17 Juli 2026 | Juli 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-17T03:46:44Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik


Tamiang-News.com, |ACEH TAMIANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menggelar tanam padi perdana di lahan sawah rehabilitasi pascabencana di Kampung Teluk Halban, Kecamatan Bendahara, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal percepatan pemulihan sektor pertanian yang terdampak banjir bandang lumpur pada November 2025 lalu.


Tanam perdana dilakukan dengan mengadopsi sistem Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), yakni metode tebar benih langsung menggunakan alat mekanis yang dinilai lebih efisien dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian.


Program tersebut terintegrasi dengan intervensi Optimasi Lahan (Oplah) Bencana dari Kementerian Pertanian yang mencakup pemulihan 2.673 hektare lahan sawah terdampak banjir. Dari total luasan itu, 712 hektare masuk kategori Oplah sedang dengan rehabilitasi menyeluruh vegetasi tanah, sedangkan 1.900 hektare lainnya merupakan Oplah ringan untuk mempercepat masa tanam.


Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, mengatakan penerapan teknologi PM-AAS menjadi bagian penting dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi petani pascabencana.


“Tanam perdana ini bukan sekadar memulai musim tanam, tetapi menjadi bukti nyata pemanfaatan teknologi untuk mempercepat kebangkitan petani. Melalui sinergi Oplah Bencana dan metode PM-AAS, kami menargetkan peningkatan produktivitas hasil panen,” ujarnya.


Menurut Ismail, modernisasi pertanian yang diterapkan saat ini merupakan kelanjutan dari program pemulihan sektor pertanian yang sebelumnya telah dimulai di Kampung Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru.


Sementara itu, Plt Kepala BRMP Ruminansia Kecil Kementerian Pertanian, Muhammad Syawal, menjelaskan bahwa fokus penanganan diarahkan pada restorasi struktur tanah yang rusak akibat bencana.


Untuk mendukung rehabilitasi lahan, Kementerian Pertanian juga menyalurkan bantuan 70 unit pompa irigasi bagi kawasan rawan kekeringan serta lima unit traktor roda empat guna memperkuat modernisasi alat dan mesin pertanian di tingkat kelompok tani.


Kegiatan tanam perdana tersebut turut dihadiri Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, Plt Kepala Distanbunnak Yusbar, jajaran Kementerian Pertanian, penyuluh pertanian, brigade pangan, perwakilan Pupuk Indonesia, BPS, unsur Forkopimcam Bendahara, serta para petani setempat.


Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap penerapan teknologi PM-AAS dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengembalikan posisi Aceh Tamiang sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Aceh.[]TN_W001

×
Berita Terbaru Update