Gambar: Salah satu rumah terkena banjir di Desa Simpang Kiri Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh TamiangTamiang-News.com, |Aceh Tamiang – Banjir akibat hujan lebat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, sejak Minggu (11/10/2026). Hingga Senin (12/10/2026) pukul 10.00 WIB, banjir dilaporkan berdampak pada delapan kecamatan, merendam permukiman warga dan memaksa sejumlah keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Aceh Tamiang, delapan kecamatan terdampak meliputi Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, Bendahara, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Seruway, dan Rantau.
Petugas BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta Satuan Tugas SAR terus melakukan pemantauan, observasi, dan pendataan untuk mengetahui perkembangan ketinggian air serta dampak banjir terhadap masyarakat.
Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
Di Kecamatan Tamiang Hulu, Desa Rongoh menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian. Ketinggian air di permukiman dilaporkan mencapai 1,5 meter dan debit air masih bertambah. Sebanyak 30 kepala keluarga (KK) mengungsi ke Bukit Kandang Ayam dan dataran tinggi Dusun Suka Jaya.
Sementara itu, di Desa Bandar Khalifah, ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Sebanyak 150 KK mengungsi, terdiri atas 70 KK di kantor Datok Penghulu dan 80 KK lainnya di rumah warga yang berada di dataran tinggi. Meski sebagian besar air telah surut, genangan masih terlihat, terutama di jalan kampung.
Di Kecamatan Tenggulun, banjir di Desa Simpang Kiri terus meningkat hingga memasuki rumah warga dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter. Sebanyak 50 KK dilaporkan mengungsi ke ladang warga.
Kondisi serupa terjadi di Desa Tenggulun. Air akibat aliran Sungai Rengas masih menggenangi pekarangan rumah. Sebanyak 30 KK mengungsi di Dusun Damai, sebagian ke area perkebunan kelapa sawit dan sebagian lainnya ke dataran tinggi. Namun, air di wilayah tersebut mulai berangsur surut.
Adapun di Desa Suka Makmur, sebagian besar wilayah telah terbebas dari genangan. Meski demikian, Dusun Tualang Tukul masih terendam air setinggi sekitar satu meter. Sebanyak 10 KK masih mengungsi di rumah warga.
Tanggul Putus, Permukiman dan Jalan Tergenang
Di Kecamatan Bendahara, banjir mulai menggenangi permukiman Desa Marlempang akibat putusnya tanggul sungai sepanjang sekitar 15 meter.
Banjir juga merendam Desa Balai dengan ketinggian air berkisar 20–30 sentimeter. Sebanyak 50 rumah terendam, sementara 55 KK mengungsi ke rumah kerabat dan sanak keluarga. Di Desa Lebuk Batil, air telah memasuki permukiman, tetapi belum ada laporan warga yang mengungsi.
Di Kecamatan Bandar Pusaka, debit air di daerah aliran Sungai Kanan dilaporkan terus meningkat hingga meluap ke permukiman warga.
Di Desa Babo, air mulai memasuki rumah warga, termasuk sejumlah rumah di Dusun Siderejo. Sebagian ruas jalan lintas juga tergenang, meskipun belum ada laporan warga mengungsi.
Sementara itu, di Desa Batu Badulang, air masih menggenangi jalan lintas, tetapi belum memasuki rumah warga dan mulai berangsur surut. Kondisi genangan di Desa Pengidam dilaporkan masih bertahan.
Banjir Juga Berdampak di Karang Baru, Seruway dan Rantau
Di Kecamatan Karang Baru, air mulai memasuki permukiman Desa Sukajadi dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter. Warga mulai mengungsi untuk menghindari risiko banjir. Di Desa Tanjung Karang, air telah memasuki area Pesantren Darul Mukhlisin, tetapi hingga laporan diterima belum ada laporan genangan di permukiman warga.
Di Kecamatan Kejuruan Muda, banjir di Desa Alur Selebu telah surut. Sebagian warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah, sedangkan 25 KK masih bertahan di rumah sanak keluarga. Di Desa Tanjung Genteng, air telah memasuki permukiman, tetapi belum ada laporan warga mengungsi.
Di Kecamatan Seruway, banjir di Desa Gelung merendam 15 rumah. Warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan telah mendirikan dapur umum untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.
Adapun di Kecamatan Rantau, air mulai memasuki kawasan perumahan warga di Desa Alur Manis.
Hingga pembaruan laporan pada Senin (12/10/2026) pukul 10.00 WIB, kerugian material akibat banjir masih dalam proses pendataan.
Plt Kepala BPBD Imbau Warga Tetap Waspada
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Tamiang, Iman Suhery, S.STP., MSP, meminta seluruh camat meningkatkan pemantauan kondisi wilayah masing-masing dan memastikan informasi perkembangan banjir disampaikan secara akurat kepada masyarakat.
“Diminta kepada semua camat agar terus dapat memantau kondisi terkini wilayahnya masing-masing. Berikan informasi yang akurat dan pastikan warga tidak panik,” ujar Iman Suhery.
Iman Suhery, yang akrab disapa Bayu, juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan ketinggian air sungai, serta mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi.
Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah kecamatan, perangkat desa, petugas kebencanaan, dan masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi.
Masyarakat juga diminta mengutamakan keselamatan jiwa, tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang atau arus air berbahaya, serta segera melaporkan perkembangan banjir kepada perangkat desa maupun petugas terkait.
BPBD Kabupaten Aceh Tamiang bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan, observasi, dan pendataan di wilayah terdampak. Masyarakat diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti informasi resmi dari petugas guna mengantisipasi kemungkinan bertambahnya dampak banjir.[]TN_W001(RG)

