![]() |
| Gambar;Ketua PSSI Aceh Tamiang Syahriel Nasir, S.Kom., dan Sayed Mahdi, M.Si., M.MA., sebagai Sekretaris |
Tamiang-News.com, |ACEH TAMIANG – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Aceh Tamiang resmi memiliki kepengurusan definitif setelah diterbitkannya Surat Keputusan (SK) PSSI Aceh Nomor SKEP/03/PSSI-ACEH/VII/2026 tertanggal 29 Juli 2026. Pengesahan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan pembinaan sepak bola di daerah.
SK tersebut ditandatangani Ketua Umum PSSI Aceh, Nazir Adam, S.E., M.M. Dalam susunan Dewan Pengurus Harian, Syahriel Nasir, S.Kom., dipercaya menjabat sebagai Ketua PSSI Aceh Tamiang.
Adapun susunan pengurus lainnya terdiri atas Zulkifli sebagai Wakil Ketua, Sayed Mahdi, M.Si., M.MA., sebagai Sekretaris, Umar Syahdan, S.E., sebagai Bendahara, serta Alfat, S.Sos.I., sebagai Wakil Bendahara.
Dengan terbentuknya kepengurusan definitif, PSSI Aceh Tamiang diharapkan dapat menjalankan program kerja secara lebih terarah, memperkuat tata kelola organisasi, serta membangun sistem pembinaan pemain yang berkesinambungan.
Ketua PSSI Aceh Tamiang, Syahriel Nasir, menyatakan bahwa pengesahan kepengurusan tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk membawa organisasi bekerja lebih solid dan profesional.
“Alhamdulillah, dengan terbitnya SK pengesahan ini, PSSI Aceh Tamiang kini memiliki kepengurusan definitif. Ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat organisasi dan menjalankan roda pembinaan sepak bola secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan,” demikian pernyataan Syahriel dalam draf keterangan yang disiapkan.
Menurutnya, pengembangan sepak bola daerah membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari klub, pemain, pelatih, wasit, sekolah sepak bola (SSB), hingga masyarakat.
Pembinaan pemain usia dini dan kelompok umur menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian. Potensi pemain lokal dinilai perlu didukung melalui latihan terprogram, kompetisi berjenjang, serta peningkatan kualitas pelatih.
“Aceh Tamiang memiliki potensi pesepak bola yang perlu dibina secara serius. Kami ingin memperkuat peran klub dan sekolah sepak bola (SSB), sekaligus mendorong kompetisi yang berkesinambungan agar lahir pemain-pemain berkualitas dari daerah ini,” demikian bunyi draf pernyataan Syahriel.
Selain pembinaan, konsolidasi internal dan kebersamaan antarklub juga menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang sehat. Komunikasi dan musyawarah diharapkan menjadi jalan untuk menyelesaikan perbedaan demi kepentingan sepak bola Aceh Tamiang.
PSSI Aceh Tamiang juga diharapkan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi, peningkatan kualitas pembinaan, serta pemenuhan fasilitas olahraga.
Ke depan, sejumlah agenda yang perlu menjadi perhatian meliputi pendataan klub dan pemain, pengembangan sepak bola usia muda, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penyusunan program kerja yang realistis, transparan, dan terukur.
Keberadaan kepengurusan definitif ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun fondasi sepak bola Aceh Tamiang yang lebih kuat. Namun, keberhasilan organisasi akan ditentukan oleh pelaksanaan program, kesinambungan kompetisi, kualitas pembinaan, serta prestasi yang mampu dicapai.
Dengan demikian, kepengurusan baru PSSI Aceh Tamiang dihadapkan pada tantangan untuk menerjemahkan pengesahan administratif menjadi kerja nyata yang memberikan manfaat bagi klub, pemain, dan perkembangan sepak bola daerah.[]TN_W001(RG)


