TamiangNews.com, KARANG BARU -- Korban
PHK PT Semadam yang sejak Rabu (19/9) pagi berada di kantor Bupati Aceh
Tamiang sembari menunggu jawaban kepastian dari Bupati yang
menjanjikan akan segera menyelesaikan persoalan antara buruh dengan
pihak perusahaan, kini rasa lapar dan dahaga sudah mulai menggelayuti
perut dan kerongkongan para korban PHK.
Berita ini sebelumnya telah ditayangkan di media online Lentera24.com dengan judul "Korban PHK PT Semadam Tetap Jalani Aksi Menunggu Janji Bupati"
"Nasib
kami masih terkatung-katung, sementara penyelesaian yang dijanjikan
Bupati tidak kunjung kami dapat", ujar Salah seorang korban PHK, M.
Selamet kepada Media ini, di kantor Bupati Aceh Tamiang, Kamis (20/9).
Kepada
Media ini, orang yang sering disapa Selamet Kapluk itu menyebutkan,
dirinya dan puluhan rekan senasibnya yang bermalam di teras kantor
Bupati Aceh Tamiang ini mengaku belum makan.
"Sejak
pagi perut kami belum ada terisi nasi maupun makanan lain. Jangankan
membeli makanan, mau beli minuman air mineral saja kami tidak ada uang", ujar Kapluk.
Tampak diantara para korban ada sejumlah kaum ibu yang mendampingi suaminya dengan membawa serta anak balitanya.
Dari
pantauan Media ini, meski dihadapan para korban PHK ada tersedia kotak
bertuliskan "Sumbangan untuk karyawan korban PHK PT Semadam, namun
hingga Kamis siang, belum ada seorangpun yang mengikhlaskan sebagian
uangnya untuk membantu mereka buat membeli air mineral dan makanan,
sehingga sejumlah kotak dimaksud masih terlihat kosong dari yang namanya
lembaran rupiah.
Informasi
didapatkan, Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil tidak berada ditempat karena
sedang dinas luar (DL) ke Jakarta. Hal itu sesuai yang diungkapkan Kabag
Humas Setdakab, Yuharda dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, T. Insyafuddin
ST.
"Memang
pak Bupati pernah menjanjikan untuk memfasilitasi penyelesaian dengan
cara mempertemukan keduabelah pihak, kalau masalah penyelesaiannya tentu
kuncinya ada ditangan pemilik perusahaan," ujar Kabag Humas Setdakab,
Yuharda saat dikonfiirmasi.
Sementara
itu, Wakil Bupati Aceh Tamiang, T. Insyafuddin ST dikonfirmasi
menjelaskan, bahwa Bupati sudah melakukan langkah-langkah penyelesaian
konflik antara buruh dan perusahaan, namun kata Insyafuddin, pihak
pengusaha tetap menolak mempekerjakan buruh yang dianggap telah
mengundurkan diri sepihak secara menyeluruh.
"Memang
Pak Bupati sudah menemui pihak pengusaha, tetapi hasilnya belum beliau
sampaikan kepekerja, tadi saya sampaikan kepada pekerja ini, bahwa pihak
perusahaan hanya mau mempekerjakan kembali sebanyak 34 orang saja", papar T. Insyafuddin seraya menambahkan kalau Bupati Mursil masih berada
di Jakarta. [] L24


