Notification

×

Iklan

Iklan

Gedor Pintu Korporasi: Ketegasan Bupati Aceh Tamiang Tuntaskan Huntap Tuai Apresiasi Kaum Muda

Selasa, 10 Februari 2026 | Februari 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-10T15:07:45Z
abati parfum | Parfum Arab Terbaik
Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aceh Tamiang, Muhammad Abdi Pratama, SE

TamiangNews.com | ACEH TAMIANG – Aula Setdakab Aceh Tamiang menjadi saksi bisu lahirnya sebuah keputusan krusial pada Selasa (10/2/2026). Di bawah komando Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., urusan birokrasi yang biasanya berbelit kini diubah menjadi misi kemanusiaan yang mendesak.


Dalam rapat koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), Bupati mengirimkan pesan tanpa kompromi: Waktu berdiplomasi telah usai, kini saatnya eksekusi.


Bupati melayangkan peringatan keras kepada jajaran pimpinan perusahaan kelapa sawit, baik sektor BUMN maupun swasta. Baginya, penyediaan lahan untuk Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir bukan lagi sekadar urusan surat-menyurat, melainkan kewajiban moral yang tak bisa ditawar.


"Kepentingan rakyat yang terhimpit ketidakpastian tidak boleh lagi tersandera oleh lembaran kertas administrasi korporasi," tegas sang Bupati.


Langkah taktis dan berani ini langsung memantik reaksi positif dari kalangan muda. Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aceh Tamiang, Muhammad Abdi Pratama, SE, menilai sosok Armia Pahmi sebagai pemimpin yang berkarakter dan memiliki empati tinggi terhadap rakyat kecil.


"Ini bukan sekadar kebijakan, ini adalah pembelaan. Ketika rakyat hidup dalam kondisi tidak layak, negara tidak boleh ragu. Deadline yang ditetapkan Bupati adalah langkah berani agar pembangunan Huntap tidak lagi jalan di tempat," ujar Abdi dengan nada optimis.


Kekuatan kebijakan ini semakin kokoh dengan dukungan penuh dari unsur Forkopimda, termasuk Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang. Sinergi ini dianggap Abdi sebagai pesan kuat bagi pihak manapun yang mencoba menghalangi proses pemulihan daerah.


Menutup pernyataannya, AMPG mengajak seluruh sektor dunia usaha untuk bersikap kooperatif. Bagi pemuda Aceh Tamiang, kolaborasi ini bukan sekadar membangun dinding rumah, melainkan memulihkan harapan dan martabat warga yang telah lama menanti kepastian di "Bumi Muda Sedia".


Dengan dukungan politik dan sosial yang solid, proyek Huntap kini bukan lagi sekadar wacana di atas meja rapat, melainkan secercah cahaya nyata bagi masa depan Aceh Tamiang.[]TN.Sai 

×
Berita Terbaru Update